Lima bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati-wakil bupati Kudus ditetapkan secara resmi sebagai calon bupati-wabup Kudus 2018. Penetapan itu dilakukan oleh KPU Kudus di Hotel Kenari Asri, Jl Kenari Kota Kudus, Senin (12/2/2018).

Dalam kegiatan tersebut, hanya tiga calon yang menghadiri acara. Sementara dua calon lagi absen. Mereka yang hadir adalah Masan, M. Tamzil dan Noor Hartoyo-Junaedi. Sedangkan dua lainnya yakni Akhwan dan Sri Hartini nampak tidak hadir.

“KPU Kudus sudah menetapkan melalui pleno, lima bapaslon yang mendaftar, hari ini kita tetapkan sebagai calon pasangan bupati dan wakil bupati Kudus. Hal itu berdasarkan verifikasi administrasi dan verifikasi dokumen yang kita lakukan secara faktual, semuanya sah,” kata Ketua KPU Kudus M. Khanafi.

Ia mengungkapkan, penelitian yang dilakukan menganut azas keterbukaan dan ketelitian. Dirinya mengatakan, hingga dengan masa akhir penelitian dokumen, tidak ada sanggahan dari masyarakat terkait bakal pasangan calon.

“Setelah penetapan ini, besok kita akan melakukan pengundian nomor urut,” imbuhnya.

Ditanya mengenai ketidakhadiran beberapa paslon, Khanafi menyebut tidak menjadi masalah. Menurutnya, untuk proses penetapan tidak ada keharusan bagi calon untuk hadir.

“Kalau besok (pengundian nomor) itu harus. Kalaupun berhalangan, harus menyertakan surat mandat kepada yang mewakili,” tuturnya.

Adapun, nama-nama yang ditetapkan KPU Kudus sebagai calon bupati dan wakil bupati adalah, Akhwan-Hadi Sucipto yang mendaftar dari calon perseorangan. Nor Hartoyo dan Junaidi sebagai calon dari jalur perseorangan.

Selanjutnya Masan-Noor Yasin yang diusung oleh PDIP Perjuangan, Partai Demokrat, Partai Amanat Nasional dan Golkar. Muhammad Tamzil dan Hartopo yang diusung PKB, PPP dan Partai Hanura. Terakhir adalah Sri Hartini-Setia Budi Wibowo yang diusung Partai Gerindra, PKS dan PBB.

 

MuriaNewsCom